Wednesday, December 14, 2016

BINGKAI FOTO DARI BAHAN BEKAS



CARA MEMBUAT BINGKAI FOTO DARI KARDUS & KORAN BEKAS

Kebanyakan dari kita memandang kardus dan koran bekas merupakan barang yang tidak berguna dan dibiarkan menumpuk atau dijual ke pengepul sampah. Sebenarnya kardus maupun koran bisa kita manfaatkan jadi barang yang berguna asal kita mau usaha untuk membuatnya.
Disini saya akan berbagi bagaimana cara membuat bingkai foto dari kardus & koran bekas.

BAHAN DAN PERALATAN PEMBUATAN KERAJINAN
Bahan :
      Kardus
      Koran/majalah bekas
      Lem
      Kertas HVS
      Stick es krim
      Pita
      Kawat
      Politur Kayu
Peralatan :
      Gunting
      penggaris
      Bolpoin
      Curter
      Kuas

PROSES PEMBUATAN KERAJINAN

  1. Potong kardus berukuran 23,5 x 20 cm
Potong bagian tengah kardus tersebut dengan ukuran 15 x 12 cm ( untuk bagian bawah bingkai foto ).
  1. Potong kardus berukuran 19 x 14 cm
Potong bagian tengah kardus tersebut dengan ukuran 15 x 10 cm ( untuk bagian atas bingkai foto ).



Bingkai Bagian Bawah

  1. Potonglah koran/majalah dengan lebar 4 cm.
  2. Lalu gulunglah potongan koran/majalah tersebut sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.




  1. Berikan lem pada gulungan koran/majalah tersebut.
  2. Lalu tempel pada potongan kardus tadi hingga penuh seperti di gambar.



  1. Untuk memperindah bagian belakangnya, berikan politur kayu.



Bingkai Bagian Atas

  1. Tempelkan stick es krim pada kardus yang sudah dipotong tadi seperti pada gambar.



  1. Untuk memperindah, buatlah bunga dari kertas HVS dengan warna pink (sesuai selera).
  2. Gambarlah lingkaran yang berbentuk seperti obat nyamuk bakar, lalu potong sesuai gambar.
  3. Gulunglah kertas tersebut dari luar ke dalam.
  4.  Lalu biarkan gulungan kertas melonggar, setelah itu rekatkan bunga tersebut dengan lem.



  1. Selanjutnya membuat daun dengan kertas HVS warna hijau.
  2. Gambarlah bentuk daun pada kertas tersebut lalu potonglah sesuai pola.



  1. Tempelkan bunga dan daun tersebut pada bingkai foto untuk bagian atas.
  2. Tempelkan gulungan koran/majalah pada bagian luar bingkai.



  1. Rekatkan bingkai foto bagian atas pada bingkai foto bagian bawah seperti pada gambar.



  1. Buatlah gantungan untuk bingkai foto dengan kawat dengan memasukan kawat tersebut ke sela-sela gulungan koran.
  2. Untuk memperindah, lapisi kawat tersebut dengan pita seperti pada gambar.



HASIL AKHIR




CATATAN :

·         Sebenarnya disini ukuran bingkai dan warna bunga sesuai selera kita. Saya membuat bingkai dengan dua bagian, supaya lebih berbeda.
·         Bagian bawah bingkai itu saya potong tengahnya supaya bisa berganti foto yang ingin ditampilkan pada bingkai
·         Pada bagian atas bingkai yang tengah sudah dipotong juga saya kasih kertas mika warna putih supaya terlihat seperti kaca.


TERIMAKASIH, SEMOGA BERMANFAAT

Monday, November 14, 2016

SISTEM INFORMASI BERBASIS INTERNET ( e-HEALTH )



SEJARAH e-HEALTH

WHO mendefinisikan e-health sebagai “ the use of information and communication technologies (ICT) for health”. WHO telah mengeluarkan resolusi mengenai e-health bernomor 58.28 tahun 2005. Dalam resolusi tersebut, WHO mendorong kepada setiap negara untuk:

  1. Menyusun rencana strategis jangka panjang untuk mengembangkan layanan e-health di berbagai bidang di kesehatan baik untuk administrasi kesehatan, kerangka legal dan regulasi, infrastruktur serta mekanisme kemitraan publik dan swasta.
  2. Mengembangkan infrastruktur TIK untuk e-health.
  3. Membangun kolaborasi dengan sektor swasta dan lembaga profit untuk mendukung e-health.
  4. Mengembangkan e-healh yang menjangkau masyarakat, khususnya yang rawan terhadap permasalahan kesehatan (vulnerable) dan sesuai dengan kebutuhan mereka. 
  5. Memobilisasi kerjasama lintas sektor dalam mengadopsi norma dan standar e-health, evaluasi,prinsip-prinsip cost-effectiveness dalam e-health untuk menjami mutu, etika dan keamanan dengan tetap mengedepankan kerahasiaan, privasi, equity dan equality.
  6. Mengembangkan center of excellence dan jejaring e-health.
  7. Mengembangkan model sistem informasi kesehatan masyarakat untuk surveilans, respon dan emergency.
                                                      
PENGERTIAN e-HEALTH

   Ada banyak definisi mengenai e-health. Tiga di antaranya adalah : 
  1. Pemanfaatan internet dan teknologi yang berhubungan dengannya dalam industri pelayanan kesehatan guna meningkatkan akses, efisiensi, efektifitas dan kualitas dari proses klinis dan bisnis yang dijalankan organisasi pelayanan kesehatan, para praktisi, pasien dan konsumen dalam rangka peningkatan status kesehatan pasien(Healthcare Information and Management Systems Society [HIMSS]). 
  2. E-health adalah e-commerce versi kesehatan: yaitu pemanfaatan bisnis kesehatan secara elektronik. E-health adalah kombinasi dari pemanfaataan komunikasi elektronik dan teknologi informasi pada bidang kesehatan, baik di tempat sendiri (lokal) maupun di klinik yang jauh, untuk tujuan klinik, pengajaran dan administratif. 
  3. E-health adalah pelayanan kesehatan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) komputer, dengan adanya e health layanan kesehatan dapat dilakukan oleh siapa saja dan siapa saja.
Secara luas e-health dapat diartikan bidang pengetahuan baru yang merupakan persilangan dari informasi medis, kesehatan public, dan usaha, berkaitan dengan jasa pelayanan dan informasi kesehatan yang dipertukarkan atau ditingkatkan melalui saluran internet dan teknologi.

ARTI ‘E’ PADA e-HEALTH 

Menurut Gunter Eysenbach, “e” pada e-health tidak hanya mengandung arti “electronic” melainkan juga melingkupi :


1.      Eficiency (efisiensi).
2.      Enhancing quality of care (menambah kualitas pelayanan kesehatan).
3.      Evidence based (berdasarkan fakta).
4.      Empowerment of consumers and patients(kekuasaan ada ditangan  konsumen dan pasien)
5.  Encouragement of a new relationship between the patient and health professional (pembangunan hubungan yang lebih kuatantara pasien dan profesional di bidang kesehatan).
6.      Educations of physicians and consumers through online sources (pendidikan untuk dokter dan konsumen melalui sumber informasi online).
7.     Enabling information exchange, a communication in astandardize way between health care establishments (memungkinkan pertukaran informasi, komunikasi denganstandarisasi antara pendiri layanan kesehatan).
8.   Extending the scope of health care beyond its conventional boundaries (pemanjangan ruang lingkup pelayanan kesehatandi luar batasan konvensionalnya).
9.      Ethics (etika).
10.  Equity ( Persamaan).

Dengan adanya e-health diharapkan masyarakat mendapatkan informasi mengenai pencegahan penyakit, serta peningkatan pelayanan dan pengurangan biaya kesehatan.

PRODUK DAN LAYANAN e-HEALTH 

Produk dan layanan e-health dikategorikan ke dalam 4 kategori, yang disebut 4C  yaitu : 

  Content (Isi). Content dari e-health adalah informasi kesehatan yang bisa ditransmisikan dan informasi kesehatan ini merupakan content utama yang biasa ditawarkan oleh situs e-health.Untuk memenuhi kebutuhan pasien akan informasi kesehatan,e-health menyediakan berbagai macam informasi tentang kesehatan, seperti : informasi penyakit baru, kamus gejala penyakit, informasi gaya hidup sehat. Informasi ini diusahakan akurat, lengkap, dapat dipercaya, dan berguna bagi kesehatan pasien.
·         Connectivity (Hubungan). Untuk memudahkan interaksi antar praktisi medis dan pihak-pihak yang berhubungan dengan proses pelayanan medis,e-health menyediakan beberapa fasilitas yang dapat digunakan, seperti :
1.   e-health menangani pendaftaran online dimana pasien dapat mengetahui jadwal dokter pilihan mereka dan mendapa tnomor antrian serta jam pemeriksaan, sehingga pasien tidak perlu membuang banyak waktu untuk menunggu giliran konsultasi. Pendaftaran online mencakup pendaftaran konsultasi dengan dokter dan pendaftaran pemeriksaan laboratorium.
2.    e-health mengirim medical record pasien, diagnosis daridokter, tindakan medis yang perlu diambil oleh pasien, resepobat, dan hasil laboratorium, serta rekapitulasi biaya melalui website Pasien hanya perlu login dan mendapatkan seluruh informasi tersebut setelah pemeriksaan yang dilakukan.
3.     Setelah mendapatkan hasil pemeriksaan, pasien dapatmelakukan konsultasi online dengan dokter tanpa perlu mengunjungi rumah sakit atau tempat praktik dokter secara langsung.
4.    e-health memiliki hubungan dengan laboratorium sehingga interaksi pasien dengan laboratorium dapat disederhanakan melalui e-health. Pasien dapat melihat daftar laboratorium dan memilih laboratorium yang akan dituju serta mendaftar untuk pemeriksaan laboratorium.
5.    e-health memiliki hubungan dengan apotek, yaitu dengan memberikan resep obat yang ditulis oleh dokter ke apotek dan apotek mengirim informasi kembalian berupa biaya obat.
6.  e-health memiliki hubungan dengan asuransi, sehinggaproses pembayaran yang melibatkan asuransi dapatdilakukan dengan mudah.
·         Care (Perawatan). Untuk mendukung penanganan kesehatan pasien,e-health memberikan informasi letak rumah sakit / tempatpengobatan / dokter spesialis yang paling dekat atau paling tepatbagi pasien. Selain itu,e-health juga selalu mengupdate medical record  pasien dan memberikan informasi jenis treatment baru yang potensial.
·        Commerce (Bisnis). Untuk mempermudah pembayaran administrasi pasien,e-health merekapitulasi seluruh biaya yangharus dibayar oleh pasien (sudah termasuk biaya obat, biaya laboratorium, dan biaya administrasi, dipotong dengan biaya yangditanggung asuransi) dan mengirimkan tagihan terperinci kepada pasien,e-health juga memberikan keuntungan bagi rumah sakit,dokter, apotek, laboratorium, dan asuransi dari segi bisnis.


PENILAIN KUALITAS DARI SEBUAH SITUS e-HEALTH

Ada beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk menilai kualitas dari sebuah situs e-health : 


1.      Security (keamanan)
Situs e-health yang baik harus memiliki tingkat sekuritas tinggi, karena data yang diolah dan ditransmisikan adalah data yang bersifat rahasia (confidential).
2.      Privacy (privasi)
Hak akses setiap user harus diatur untuk menjaga privasi setiap user karena data yang disimpan bukan merupakan data umum yang dapat dipublikasikan ke setiap user.
3.      Content (isi)
Isi dari situs harus akurat, lengkap, dan menyediakan informasi yang tepat sasaran.
4.      Credibility (kredibilitas)
Kredibilitas meliputi sumber dari data, penulis, sponsor, nilai dari informasi, relevansi dan kegunaan dari informasi.
5.      Interactivity (forum interaktif)
Forum interaktif meliputi pembangunan mekanisme feedback(umpan balik) dan saluran untuk bertukar informasi antar user e-health.
6.      Disclosure (kejelasan)
Situs e-health harus menginformasikan kepada user tujuan dari situs, fitur yang tersedia, dan manfaat yang dapat diperoleh userdari situs tersebut
7.      Design (Desain)
Desain situs harus memenuhi beberapa syarat, diantaranya : kemudahan dalam mengakses, navigasi yang tidak membingungkan, dan fitur searching yang memadai.


BENTUK-BENTUK e-HEALTH

b.       Telemedicine
c.       Consumer health informatics (informasi kesehatan konsumen)
d.      Health knowledge management (manajemen pengetahuan kesehatan)
e.       eHealth or e-Health
f.       Medical research using Grids (penelitian medis menggunakan kisi-kisi
g.      Healthcare Information Systems (sistem informasi kesehatan)


KELEBIHAN & KEKURANGAN e-HEALTH

Kelebihan :
  • Dengan eHealth, masyarakat mendapatkan manfaat dari pendidikan kesehatan untuk mencegah penyakit.
  • eHealth memberikan informasi medical record secara akurat sehingga mengurangi medical error.
  • eHealth meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan mengurangi biaya kesehatan.
Kekurangan :
  • Tenaga ahli yang masih jarang
  • Memerlukan jaringan yang baik
  • Masyarakat banyak yang belum mengerti tentang internet.
PERKEMBANGAN e-HEALTH DI INDONESIA

Perkembangan e-health di Indonesia, tidak seperti negara-negara di atas (Eropa, New Zealand, Perancis, dan negara Baratlainnya) , belum menunjukkan perkembangan yang pesat. Memang tanda-tanda menuju ke sana sudah mulai terlihat dengan semakin maraknya kajian mengenai dunia informatika kedokteran, milis-milis kedokteran yang bertebaran di internet, juga situs-situskesehatan dan dunia medis yang mulai banyak dibangun. Beberapa milis kesehatan Indonesia yang sudah beroperasi di internet :
·         seks-kesehatan@yahoogroups.comsekskesehatan@yahoogroups.com 

Sedangkan beberapa beberapa website yang bisa mewakili e-healthdi Indonesia adalah :
·         http://www.idionline.org(situs yang dikelola oleh IkatanDokter Indonesia – IDI )
·         http:// www.pdpersi.co.id(situs yang dikelola oleh Persatuan Rumah Sakit Indonesia – PERSI)
·         http: //www. kalbe. co.id(situs yang dikelola olehperusahaan farmasi Kalbe Farma )


Sumber :






BINGKAI FOTO DARI BAHAN BEKAS

CARA MEMBUAT BINGKAI FOTO DARI KARDUS & KORAN BEKAS Kebanyakan dari kita memandang kardus dan koran bekas merupakan barang yang...